Outliers - The Story of Success

3 comments
TwitThis
Di Outliers, Malcolm Gladwell (Mantan Jurnalis The Washington Post) memaparkan faktor-faktor yang berkontribusi pada kesuksesan seseorang. Buku ini tidak berdasarkan spekulasi-spekulasi semata tetapi juga berdasarkan pengalaman pribadi malcolm sendiri pada bidang karir tentunya.
Buku ini bertahan di peringkat satu selama sebelas minggu sebagai daftar bestseller dari The New York Times dan The Globe and Mail.
Outliers menerima banyak kritik positif karena pemaparan Malcolm simpel dan mudah dimengerti. Tetapi untuk beberapa kritisi, buku ini terlalu mengsimplifikasi fenomena sosiologi yang kompleks.
Sinopsis:
Outliers mempunyai dua bagian: "Bagian Satu: Kesempatan" berisi lima bab, dan "Bagian dua: Warisan Budaya" berisi empat bab.
1. Kesempatan
Dua kata yang sangat berpengaruh; Kesempatan, Peluang. Semakin sering kita menyambut kesempatan, semakin besar peluang kita untuk menjadi sukses.
Karena itulah dimana seseorang dilahirkan, dibesarkan, memperoleh pendidikan, dan bekerja menjadi sangat berpengaruh.
The Beatles menjadi sangat legendaris karena telah melakukan 1200 show di Hamburg. Mendorong mereka hingga ke batas kemampuannya.
Bill Gates, menghabiskan eksplorasi dan studi pada bidang informatika lebih dari 10 ribu jam.
Hingga kita dapat menyimpulkan; Untuk menjadi 'ahli' yang memperoleh respek dari dunia internasional kita harus menghabiskan total waktu untuk berlatih sekurang-kurangnya 10 ribu jam.
2. Warisan Budaya
Warisan atau legacy. Mungkin ini terdengar klise tapi ya, hal ini cukup berpengaruh pada jalan hidup seseorang. Warisan yang dimaksud adalah gift atau berkah seperti IQ. Meskipun tidak terlalu signifikan, tapi tentu IQ berpengaruh pada kemudahan menerima informasi dan pola pikir.
Budaya adalah apa yang harus diperhatikan setelah warisan. Untuk apa mempunyai bakat yang luar biasa akan tetapi tidak disertai motivasi, determinasi, dan daya juang yang luar biasa. Nah, disinilah lingkungan dan arahan orang tua turut mempunyai peran yang sangat penting.
Final thought:
Buku ini mempunyai banyak nilai-nilai dan hal-hal yang positif jika kita perhatikan secara seksama.
Pada bab 1, Malcolm mengingatkan kita pada sebuah kalimat bijak; Practice make perfect. Sungguh, 10 ribu jam adalah waktu yang sangat rasional apabila kita kalkulasikan. Mengingat pentingnya latihan, dan tidak ada seorang profesional yang ahli pada bidangnya yang lolos dari peraturan 10 ribu jam tersebut.
pada bab 2, kita diingatkan pada kalimat bijak lainnya; Nobody's perfect. Kita diingatkan mengenai faktor-faktor yang menjadi penyebab belum atau tidak tercapainya kesuksesan yang kita impi-impikan meskipun kta telah bekerja sangat keras. Faktor-faktor yang berpengaruh seperti bakat dan lingkungan kita tumbuh dan berkembang.
Malcolm juga menyampaikan pentingnya untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang, bekerja tidak hanya keras tapi juga pintar, dan selalu ada sedikit faktor 'luck' pada setiap kesuksesan.
Seperti tips dari Mario Teguh; Jika gagal, cobalah lagi, jika gagal lagi cobalah lagi, jika gagal lagi, lihat caranya!

The Last Lecture - Randy Pausch

0 comments
TwitThis
Randy Pausch menggambarkan kanker sebagai "masalah teknis" Bagaimana cara ini berguna untuk melihat pada penyakitnya?
Dia berbicara tentang kuliah sebagai sarana ekspresi, dan cara untuk menjangkau anak-anaknya: "Jika saya adalah pelukis, aku akan melukis untuk mereka. Jika saya seorang musisi, saya akan menggubah musik. Tapi aku adalah seorang dosen, jadi saya mengajar kuliah " Ada banyak cara untuk berkomunikasi.

Kuliah terakhir Randy sangat fenomenal. Bukan karena yang menyampaikannya adalah seorang yang sedang sekarat akibat kanker, tapi karena apa yang disampaikannya benar-benar menginspirasi. Rekaman kuliah terakhir ini dengan cepat beredar di youtube , kemudian juga dibukukan. Dan telah menginspirasi banyak orang yang menonton ataupun membaca bukunya.

Rekaman kuliah itu memang sengaja dibuat oleh Randy untuk ketiga anaknya. Ia sudah tidak punya cukup waktu untuk ikut mendampingi ketiga anaknya tumbuh besar. Pelajaran dalam kuliah terakhirnya adalah pelajaran tentang kehidupan yang ingin ia wariskan pada anak-anaknya. Warisan yang tidak akan habis, sebagai pengganti waktu yang tidak akan pernah ia dapatkan untuk menemani mereka tumbuh dewasa.


download bukunya

Goal Setting Part II

1 comments
TwitThis
Setelah 2 minggu kemarin melakukan peningkatan performa blogging,
ada beberapa hal yang saya lakukan :

1. Mengedit beberapa widget..
2. Memperbaiki language dalam blogging menjadi lebih baik lagi..

Memang 2 minggu bukan waktu yang cukup untuk memaksimalkan hal-hal tersebut, tapi minimal saya sudah berusaha melakukan yang terbaik.

I do as I can do
d(^_^)b

Sejarah Lagu Gereja "Nyamanlah Jiwaku" NP#221

0 comments
TwitThis
Lagu ini ditulis oleh seorang penganut Presbitarian dari Chicago bernama Horatio G. Spafford. Spafford lahir di North Troy, New York tanggal 20 Oktober 1828. Pada masa mudanya, Spafford adalah seorang praktisi hukum yang sukses di Chicago. Seiring dengan kesuksesannya di bidang keuangan, ia juga sangat tertarik dengan kegiatan Kristiani. Spafford membina hubungan baik dengan D. L. Moody dan penginjil-penginjil lain pada masa itu. George Stebbins menggambarkan Spafford sebagai "seorang dengan kepandaiannya yang luar biasa, berbudi luhur, musisi rohani terkemuka dan tekun mempelajari Alkitab".

Beberapa bulan sebelum kebakaran besar di Chicago tahun 1871, Spafford menginvestasikan modal yang cukup besar untuk usaha real estate di pinggiran danau Michingan, tapi semua investasinya tersapu habis oleh bencana tersebut. Karena ingin menghibur keluarganya sekaligus berpartisipasi dalam program kebangunan rohani Moody dan Sankey di Inggris, maka Spafford merencanakan perjalanan ke Eropa bersama keluarga. Ia meminta istri dan empat anak perempuannya berangkat mendahului dia sementara ia menyelesaikan urusan bisnis. Dalam perjalanan, kapal yang ditumpangi keluarganya bertabrakan dengan kapal lain, lalu tenggelam dalam waktu hanya 12 menit.

Beberapa hari setelah tragedi itu, penumpang yang selamat tiba di Cardiff, Wales dan istrinya mengirimkan telegram dengan pesan "hanya aku yang selamat". Dalam perjalanan menyusul istrinya, Spafford melewati tempat kejadian di mana keempat anaknya tenggelam. Dalam kedukaannya, ia menuliskan kalimat-kalimat puitis yang sekarang diangkat menjadi lagu "Nyamanlah Jiwaku". Kenyataannya, Spafford tidak menumpahkan kedukaannya tapi lebih pada pengampunan yang sudah dilakukan Kristus dan pengharapan akan kedatangan-Nya yang kedua. Secara manusiawi, sulit dipercaya bahwa di tengah-tengah rasa dukanya yang mendalam, Spafford sanggup mengatakan, "nyamanlah jiwaku".

Philip Paul Bliss, seorang komposer kenamaan, begitu terkesan dengan tulisan Spafford lalu menciptakan musiknya sehingga menjadi salah satu lagu rohani yang dinyanyikan hingga saat ini



When peace, like a river, attendeth my way,
When sorrows like sea billows roll;
Whatever my lot, Thou has taught me to say,
It is well, it is well, with my soul.

Reff.:
It is well, with my soul,
It is well, with my soul,
It is well, it is well, with my soul.

Though Satan should buffet, though trials should come,
Let this blest assurance control,
That Christ has regarded my helpless estate,
And hath shed His own blood for my soul.

My sin, oh, the bliss of this glorious thought!
My sin, not in part but the whole,
Is nailed to the cross, and I bear it no more,
Praise the Lord, praise the Lord, O my soul!
For me, be it Christ, be it Christ hence to live:
If Jordan above me shall roll,
No pang shall be mine, for in death as in life
Thou wilt whisper Thy peace to my soul.


But, Lord, ‘tis for Thee, for Thy coming we wait,
The sky, not the grave, is our goal;
Oh trump of the angel! Oh voice of the Lord!
Blessèd hope, blessèd rest of my soul!


And Lord, haste the day when my faith shall be sight,
The clouds be rolled back as a scroll;
The trump shall resound, and the Lord shall descend,
Even so, it is well with my soul.


Judul lagu :It is Well with My Soul
Mazmur 46:1
Pengarang : Horatio G. Spafford
Komposer : Philip P. Bliss



Sumber

Yip Man - Master 'Wing Chun Kuen' from China

0 comments
TwitThis


Yip Man tokoh yang dikenal pada film IP Man yang diperankan oleh Donnie Yen adalah guru kungfu dari legenda kungfu Bruce Lee. Yip Man adalah Legenda Kungfu yang membawa aliran Wing Chun, ia lahir pada 1 Oktober 1893 dan Meninggal Dunia 2 Desember 1972, selama hidupnya ia mendedikasikan untuk mengajarkan Kungfu China. Cerita aslinya mungkin banyak berbeda dengan filmnya, tapi intinya hampir sama.

Yip Man dilahirkan dalam sebuah keluarga kaya dan berpengaruh yang merupakan pemilik peternakan dan dua baris rumah kuno besar sepanjang seluruh sebuah jalan di kota Futshan, provinsi Guangdong. Di tengah perkebunan ini ada kuil leluhur dari klan Yip. Di sanalah Master Chan Wah Shun mengajar Wing Chun Kuen kepada beberapa siswa pilihan.


Banyak hal yang dapat diambil dari seorang Yip Man di film pertamanya. Antara lain :
1. Walaupun beliau termasuk kaum terpelajar dan orang kaya di daerahnya, tapi sikap rendah hati dan mau bergaul dengan masyarakat sekitarnya perlu dicontoh.
2. Beliau tidak menggunakan kekuatannya untuk menyombongkan dirinya.
3. Sikap setia kawan atau membela kawannya ketika mereka di tindas oleh bangsa Jepang, dia berani bertarung untuk membalaskan dendam karena temannya di bunuh oleh Jepang.
4. Yip Man adalah orang yang bijaksana, karena latar belakang pendidikan yang tinggi.
5. Beliau sangat nasionalis, beliau akan melakukan apa saja untuk membela tradisinya.

Ada sebuah perkataan dari Yip Man ketika beliau akan bertarung dengan salah satu Komandan Jepang :
"Bela diri mungkin bentuk kekuatan yang kejam, tapi di sistem bela diri China mempunyai banyak tujuan dan filosofi. Aturan bela diri, yang mana juga rasa iba menolong orang lain, dimana Jepang tak akan pernah mengerti, karena kalian menggunakan kekuatan dan menggantinya menjadi kekuatan brutal untuk mengancam yang lain. Itu sebabnya mengapa kalian tidak sesuai untuk memahami bela diri China."



Yip Man, Sang Master Wing Chun Kuen
 

Follow My Journey

free counters

Tempat Ngoprek

Gw juga punya blog yang isinya tentang dunia TI dan sekitarnya...Pada berkunjungnya di Tempat Ngoprek

Hasil Ngoprek

Twitter Blog Templates © Copyright 2011 by My Journey | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks