Know The Rules

1 comments
TwitThis
Banyak sekali aturan-aturan yang ada di kehidupan sehari-hari kita.
Entah waktu kita masih kecil, masa-masa sekolah, di tempat kuliah, di tempat kerja, di rumah, di jalan, di gereja pun ada aturannya.

Bahkan, ketika kita bermain musik, memasak, menonton di bioskop, berkendara, makan, semuanya ada aturannya masing-masing.

Dan tak jarang, sering kali kita gak tau kalo ada peraturan di tempat-tempat kita berada. Ato dengan kata lain, kita terlambat mengetahui peraturan tersebut...huehehe...

Sebenernya buat apa sih peraturan tersebut dibuat?
Apa sanksi yang diberlakukan jika peraturan tersebut kita langgar?
Untuk siapa peraturan tersebut dibuat?

--Tahukah Anda, peraturan yang pertama kali itu adalah ketika Allah memberikan sebuah peraturan kepada Adam dan Hawa di Taman Eden. (Kejadian 2:16-17)--

--Tahukah Anda, hukum tertulis tertua yang dibuat oleh manusia dan masih ada hingga saat ini adalah Kodeks atau Piagam Hammurabi, yang diukir di atas batu dan dibuat pada masa Kerajaan Babilonia ketika pemerintahan Hammurabi (sekitar 1790SM).--

Namun, sejak masa Adam dan Hawa, ternyata manusia mempunyai kecenderungan untuk melanggar aturan yang ada. Tak heran jika kalimat "aturan dibuat untuk dilanggar" semakin hari semakin populer saja.

Tapiiiiiiiiiiiii.....peraturan itu dibuat agar kita belajar untuk disiplin, dan mengajarkan kita agar tidak semaunya menjalani kehidupan ini.

Coba bayangkan jika gak ada peraturan, gak ada rambu-rambu lalu lintas, gak ada aturan di tempat kita beraktifitas, gak ada aturan di tempat ibadah.

Pikiran kalian pasti sama kaya pikiran saya,,,yapz, kita membayangkan sebuah kehidupan yang bebas, gak terbatasi, gak ada sanksi, terserah deh apa yang kita lakuin.

Hmmmm....coba bayangkan sekali lagi, apa yang terjadi jika semua itu benar-benar terjadi.
Contoh singkat : kecelakaan dimana-mana, kejahatan dimana-mana, kebaktian di gereja pun jadi gak tertib lagi.

"Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga." 2 Timotius 2:5

Yapz, firman Tuhan mengatakan sesuatu hal yang menarik, seorang atlet hanya bisa juara kalo dia taat sama aturan!
Sebuah kalimat yang jelas dan tegas.

Kadang kita berpikir, "Ahhh...aturannya ribet banget, gak bisa bebas"
Kita sering kali merasa terkekang/terbatasi oleh adanya aturan.

Yesus sendiripun taat terhadap Bapa-Nya, sampai Ia harus menanggung penderitaan di atas salib. Namun Ia taat sampai akhir, dan Ia menang!

So, peraturan itu akan membimbing kita buat menjalani kehidupan ini, dan selalu ada sanksi jika kita gak taat aturan.
Taatilah peraturan dimana kamu-kamu berada, namun sebelumnya kalian harus "Know The Rules" dulu, hehee...

Kemenangan sejati hanya diraih bagi mereka yang taat aturan. Amin.

God Bless
d(^_^)b

The First World Cup

0 comments
TwitThis


13 Juli 1930, menjadi hari bersejarah masyarakat sepak bola dunia. Di hari itu, partai pertama Piala Dunia di mulai. Dengan segala keterbatasannya, pertarungan memperebutkan Trofi Jules Rimet berlangsung singkat, yaitu hanya 17 hari saja.

13 tim yang berlaga di partai final pun datang menuju Montevideo tanpa melalui babak kualifikasi. Terbagi empat grup, sepanjang perhelatan Piala Dunia kali pertama ini hanya digelar 18 pertandingan saja. Negara-negara daratan Eropa gagal hadir di Uruguay lantaran masalah transportasi.

Pada turnamen FIFA pertama ini Grup 1 berisikan Argentina, Chile, Prancis dan Meksiko. Grup 2 ditempati Yugoslavia, Brasil dan Bolivia. Sementara Grup 3, bersama tuan rumah Uruguay ada Rumania dan Peru. Dan Grup 4 diisi, Amerika Serikat, Paraguay dan Belgia.

Hanya juara masing-masing grup berhak tampil di semifinal. Empat besar mempermukan Argentina melawan Amerika Serikat dan Uruguay menghadapi Yugoslavia. Dua partai itu memastikan Argentina menantang Uruguay di perhelatan puncak, setelah keduanya menang dengan skor sama 6-1 atas lawan-lawannya.

Pertarungan dua tim asal Amerika Latin ini akhirnya menjadi milik tuan rumah Uruguay dengan mengalagkan Argentina 4-2. Gol laga pemungkas Uruguay diciptakan Pablo Dorado menit ke-12, Pedro Cea (57), Victoriano Santos Iriarte (68), dan Hector Castro (89). Dua gol "Abiceleste" Argentina dicetak Carlos Peucelle (20) dan Guillermo Stabile (37).

Trofi Jules Rimet untuk pertama kalinya bersemayam di Uruguay.

Namun di Piala Dunia 1930 tercatat ada beberapa kejadian unik, seperti laga pertama di Grup 1, antara Argentina lawan Prancis yang berakhir lebih cepat dari waktu yang seharusnya. Wasit Almeida Rego secara kontroversial mengakhiri laga enam menit sebelum waktu normal berakhir.

Sedangkan laga Rumania menghadapi Peru di Grup 3 mengukir rekor sebagai pertandingan dengan penonton paling sedikit. Diperkirakan, hanya 300 penonton yang hadir, meski catatan resmi menyatakan sekurangnya 2,459 yang menyaksikan pertandingan.

Uniknya lagi dikabarkan 10 hingga 15 ribu fans Argentina berencana menyaksikan pertandingan final dengan melewati Paraguay. Namun karena panjangnya waktu perjalanan menggunakan kapal laut, tak satu pun yang tiba sebelum kick-off.

Tanpa alasan jelas, pada partai final ini menggunakan dua bola. Bola pertama merupakan bola milik Argentina dan digunakan di babak pertama, sementara bola kedua milik tim tuan rumah yang dipakai usai turun minum.

Tepat 30 Juli saat Uruguay mencatatkan diri sebagai juara Piala Dunia 1930, selanjutnya menjadi hari libur nasional di Uruguay.



Disadur dari : http://www.klik-galamedia.com/galadunia/kilasbalik

Dalam Wajah Ceriamu

0 comments
TwitThis
"Dalam wajah ceriamu
Tersimpan satu cinta yang membara
Didalam hatimu
Dalam wajah ceriamu
Seolah kau tak menghiraukan cinta yang bersemi
Didalam hatimu
Sesaat kau menyadarinya
Kau pun langsung merencanakan suatu hal
Untuk menuangkan hasrat cintamu
Tetapi ...
Saat kau coba tuk jadi miliknya
Karna suatu hal ia tak bisa menjadi milikmu
Dan kau pun lalu terhenyak dan hancurlah cinta
Yang membara dan bersemi di hatimu
Dalam wajah ceriamu
Kau coba tuk hilangkan
Semua cinta yang membara dan bersemi di dalam hatimu
Tapi ...
Janganlah kau berputus asa
Tetaplah tegar
Dalam menjalani hidup ini
Dan laluilah harimu dengan
Penuh cinta"

25 Mei 2005
-someone-

A Story from Villa Cherry

2 comments
TwitThis
Gak kerasa hampir 3 minggu berlalu yo, semenjak RetRet pembinaan pengurus PO,
hmmmm...

A Little Prologue :
Berangkat dari Cibinong jam 5 pagi, coz harus dapet bis pertama , kalo enggak bisa telat nyampe kampus.

Gak terlalu bawa banyak barang, cukup 1 tas, isinya udah diperkirakan cukup buat 3 hari 2 malam, jadi yaaa simple aja, maklumlah cowok...hahaha...

Kita berangkat gak tau jam berapa, pokoknya nyampe sana udah siang (a.k.a Lunch Time)
Di perjalanan melewati puncak, kita becanda & tertawa bareng-bareng, nyanyi-nyanyi (saya cuma mendengarkan, coz gak bisa nyanyi...hehe...)

O ya, ternyata Villanya ngelewatin Taman Bunga Nusantara, hmmmmm....sempat teringat kenangan disana....hohohoho....

Yapz, it's Villa Cherry, kita sampai disana, sejuk, viewnya bagus, tenang, jauh dari kebisingan


The core story :

Dalam waktu 3 hari 2 malam ini, ada 7 sesi inti, setiap sesi-sesinya saling berkaitan 1 dengan yang lain.
Inti dari 7 sesi itu adalah bercerita tentang panggilan pelayanan Rasul Paulus.

1. "The Calling"
Kis 22:1-22
Sesi ini membukakan tentang panggilan pelayanan, bahwa pelayanan yang kita terima ini merupakan anugerah dari Allah. Yang sebenernya kita gak layak buat melayani DIA, tapi karena adanya anugerah ini, kita diperkenankan melayani DIA.

2. "Visi Misi"
Filipi 3:12-15; Roma 15:7-9
Visi setiap pelayan harusnya sama, yaitu memuliakan Allah.
Jadi jangan sampai ada distraksi/penyimpangan/pembelokan dari panggilan dan visi awal kita.
Misi adalah tindakan dari visi. Setiap pelayan mempunyai misi yang berbeda-beda.

Misi tanpa Visi = aktifis
Visi tanpa Misi = pemimpi
Visi dengan Misi = misionaris

Kalo kita mengasihi Allah, kita tidak akan merasa berkorban

3. "The Strength"
Efesus 6:10-20; 2 Kor 4:7-12
Membukakan tentang komitmen dalam pelayanan.
Dalam menjaga kesetiaan memenuhi tujuan hidup dan keselamatan Allah, komitmen itu penting.

Jangan fokus pada perasaan, tapi pada apa yang kita percaya dan tujuan kita.

"Kita kuat karena Allah, jika kita lemah itu bukan karena Allah lemah, tapi DIA ijinkan untuk menunjukan bahwa tanpa DIA kita lemah."

So, jadikanlah Allah sebagai sahabat dan kita tidak akan kecewa.

4. "Partnership"
1 Kor 12:1-30
Prinsip-prinsip teamwork Kristen :
a. harus berpusat pada Kristus
b. harus jelas visi dan misi
c. harus memahami prinsip kesatuan tubuh Kristus (saling memperhatikan, menopang & menolong)
d. harus ada kepemimpinan yang baik
e. harus ada pembagian tugas yang jelas.
f. harus ada komunikasi yang jelas
g. harus membangun rasa saling percaya
h. membangun tradisi saling mendoakan
i. bedakan antara kerja sama dan sama-sama kerja.

"JIKA kita punya tujuan, kasih, perhatian, kepentingan yang sama, MAKA kita dapat berkata 'One for all, all for one', kau saudaraku, masalahmu adalah masalahku, mari kita tanggung bersama, SEHINGGA jadi kesaksian yang baik untuk kemuliaan Allah."

5. "Be Strong!"
Sesi PA, 2 Tim 2:1-13
Menjadi seorang prajurit yang fokus pada bagaimana cara menyenangkan komandan kita, yaitu Tuhan.

Menjadi seorang atlet yang harus disiplin jika ingin menang.

Menjadi seorang petani yang harus bekerja keras.

Bukan menjadi pelayan yang mengandalkan kekuatan diri atau kehebatan orang lain, melainkan harus mengandalkan Allah dalam mengerjakan pelayanan.

6. "Life Management"
hahahaha....ini sesi yang menarik, di sesi ini membicarakan tentang keutuhan hidup.
Sering kali kita melupakan keseimbangan hidup, sehingga hidup kita kurang teratur (khususnya saya..hehe..)

Mengatur keseimbangan hidup :
- set goals -- tetapkan tujuan
- fokus pada hal-hal penting
- mengatur standard pribadi, tidak boleh ditentukan orang lain
- belajar untuk berkata "tidak" -- untuk hal-hal yg kurang "berbobot"
- lebih produktif untuk setiap apa yang kita lakukan
- merawat kondisi tubuh
- jangan kuatir

7. "Setia Hingga Akhir"
2 Tim 4:1-8
Pluit akhir => saat penghakiman terakhir.
Peraturan Allah : Kel. 20:1-17
Evaluasi Allah : Yesaya 1:10-17

"Kita harus melihat pelayanan sebagai persembahan hidup kita"

Bersyukur kita dianugerahkan pelayan ini.
Tetap semangat, jangan sampai ada distraksi.
Ingat visi utama kita.


3 hari 2 malam di retret kemarin, masih kurang...hahahahhaa...
Tapi, banyak berkat, banyak teguran, melalui retret ini.
Thanks buat semuanya.

Let's do the best for HIM


"Karunia tidak dipakai untuk diri sendiri melainkan untuk melayani Allah"

Outliers - The Story of Success

3 comments
TwitThis
Di Outliers, Malcolm Gladwell (Mantan Jurnalis The Washington Post) memaparkan faktor-faktor yang berkontribusi pada kesuksesan seseorang. Buku ini tidak berdasarkan spekulasi-spekulasi semata tetapi juga berdasarkan pengalaman pribadi malcolm sendiri pada bidang karir tentunya.
Buku ini bertahan di peringkat satu selama sebelas minggu sebagai daftar bestseller dari The New York Times dan The Globe and Mail.
Outliers menerima banyak kritik positif karena pemaparan Malcolm simpel dan mudah dimengerti. Tetapi untuk beberapa kritisi, buku ini terlalu mengsimplifikasi fenomena sosiologi yang kompleks.
Sinopsis:
Outliers mempunyai dua bagian: "Bagian Satu: Kesempatan" berisi lima bab, dan "Bagian dua: Warisan Budaya" berisi empat bab.
1. Kesempatan
Dua kata yang sangat berpengaruh; Kesempatan, Peluang. Semakin sering kita menyambut kesempatan, semakin besar peluang kita untuk menjadi sukses.
Karena itulah dimana seseorang dilahirkan, dibesarkan, memperoleh pendidikan, dan bekerja menjadi sangat berpengaruh.
The Beatles menjadi sangat legendaris karena telah melakukan 1200 show di Hamburg. Mendorong mereka hingga ke batas kemampuannya.
Bill Gates, menghabiskan eksplorasi dan studi pada bidang informatika lebih dari 10 ribu jam.
Hingga kita dapat menyimpulkan; Untuk menjadi 'ahli' yang memperoleh respek dari dunia internasional kita harus menghabiskan total waktu untuk berlatih sekurang-kurangnya 10 ribu jam.
2. Warisan Budaya
Warisan atau legacy. Mungkin ini terdengar klise tapi ya, hal ini cukup berpengaruh pada jalan hidup seseorang. Warisan yang dimaksud adalah gift atau berkah seperti IQ. Meskipun tidak terlalu signifikan, tapi tentu IQ berpengaruh pada kemudahan menerima informasi dan pola pikir.
Budaya adalah apa yang harus diperhatikan setelah warisan. Untuk apa mempunyai bakat yang luar biasa akan tetapi tidak disertai motivasi, determinasi, dan daya juang yang luar biasa. Nah, disinilah lingkungan dan arahan orang tua turut mempunyai peran yang sangat penting.
Final thought:
Buku ini mempunyai banyak nilai-nilai dan hal-hal yang positif jika kita perhatikan secara seksama.
Pada bab 1, Malcolm mengingatkan kita pada sebuah kalimat bijak; Practice make perfect. Sungguh, 10 ribu jam adalah waktu yang sangat rasional apabila kita kalkulasikan. Mengingat pentingnya latihan, dan tidak ada seorang profesional yang ahli pada bidangnya yang lolos dari peraturan 10 ribu jam tersebut.
pada bab 2, kita diingatkan pada kalimat bijak lainnya; Nobody's perfect. Kita diingatkan mengenai faktor-faktor yang menjadi penyebab belum atau tidak tercapainya kesuksesan yang kita impi-impikan meskipun kta telah bekerja sangat keras. Faktor-faktor yang berpengaruh seperti bakat dan lingkungan kita tumbuh dan berkembang.
Malcolm juga menyampaikan pentingnya untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang, bekerja tidak hanya keras tapi juga pintar, dan selalu ada sedikit faktor 'luck' pada setiap kesuksesan.
Seperti tips dari Mario Teguh; Jika gagal, cobalah lagi, jika gagal lagi cobalah lagi, jika gagal lagi, lihat caranya!
 

Follow My Journey

free counters

Tempat Ngoprek

Gw juga punya blog yang isinya tentang dunia TI dan sekitarnya...Pada berkunjungnya di Tempat Ngoprek

Hasil Ngoprek

Twitter Blog Templates © Copyright 2011 by My Journey | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks