Dalam Wajah Ceriamu

0 comments
TwitThis
"Dalam wajah ceriamu
Tersimpan satu cinta yang membara
Didalam hatimu
Dalam wajah ceriamu
Seolah kau tak menghiraukan cinta yang bersemi
Didalam hatimu
Sesaat kau menyadarinya
Kau pun langsung merencanakan suatu hal
Untuk menuangkan hasrat cintamu
Tetapi ...
Saat kau coba tuk jadi miliknya
Karna suatu hal ia tak bisa menjadi milikmu
Dan kau pun lalu terhenyak dan hancurlah cinta
Yang membara dan bersemi di hatimu
Dalam wajah ceriamu
Kau coba tuk hilangkan
Semua cinta yang membara dan bersemi di dalam hatimu
Tapi ...
Janganlah kau berputus asa
Tetaplah tegar
Dalam menjalani hidup ini
Dan laluilah harimu dengan
Penuh cinta"

25 Mei 2005
-someone-

A Story from Villa Cherry

2 comments
TwitThis
Gak kerasa hampir 3 minggu berlalu yo, semenjak RetRet pembinaan pengurus PO,
hmmmm...

A Little Prologue :
Berangkat dari Cibinong jam 5 pagi, coz harus dapet bis pertama , kalo enggak bisa telat nyampe kampus.

Gak terlalu bawa banyak barang, cukup 1 tas, isinya udah diperkirakan cukup buat 3 hari 2 malam, jadi yaaa simple aja, maklumlah cowok...hahaha...

Kita berangkat gak tau jam berapa, pokoknya nyampe sana udah siang (a.k.a Lunch Time)
Di perjalanan melewati puncak, kita becanda & tertawa bareng-bareng, nyanyi-nyanyi (saya cuma mendengarkan, coz gak bisa nyanyi...hehe...)

O ya, ternyata Villanya ngelewatin Taman Bunga Nusantara, hmmmmm....sempat teringat kenangan disana....hohohoho....

Yapz, it's Villa Cherry, kita sampai disana, sejuk, viewnya bagus, tenang, jauh dari kebisingan


The core story :

Dalam waktu 3 hari 2 malam ini, ada 7 sesi inti, setiap sesi-sesinya saling berkaitan 1 dengan yang lain.
Inti dari 7 sesi itu adalah bercerita tentang panggilan pelayanan Rasul Paulus.

1. "The Calling"
Kis 22:1-22
Sesi ini membukakan tentang panggilan pelayanan, bahwa pelayanan yang kita terima ini merupakan anugerah dari Allah. Yang sebenernya kita gak layak buat melayani DIA, tapi karena adanya anugerah ini, kita diperkenankan melayani DIA.

2. "Visi Misi"
Filipi 3:12-15; Roma 15:7-9
Visi setiap pelayan harusnya sama, yaitu memuliakan Allah.
Jadi jangan sampai ada distraksi/penyimpangan/pembelokan dari panggilan dan visi awal kita.
Misi adalah tindakan dari visi. Setiap pelayan mempunyai misi yang berbeda-beda.

Misi tanpa Visi = aktifis
Visi tanpa Misi = pemimpi
Visi dengan Misi = misionaris

Kalo kita mengasihi Allah, kita tidak akan merasa berkorban

3. "The Strength"
Efesus 6:10-20; 2 Kor 4:7-12
Membukakan tentang komitmen dalam pelayanan.
Dalam menjaga kesetiaan memenuhi tujuan hidup dan keselamatan Allah, komitmen itu penting.

Jangan fokus pada perasaan, tapi pada apa yang kita percaya dan tujuan kita.

"Kita kuat karena Allah, jika kita lemah itu bukan karena Allah lemah, tapi DIA ijinkan untuk menunjukan bahwa tanpa DIA kita lemah."

So, jadikanlah Allah sebagai sahabat dan kita tidak akan kecewa.

4. "Partnership"
1 Kor 12:1-30
Prinsip-prinsip teamwork Kristen :
a. harus berpusat pada Kristus
b. harus jelas visi dan misi
c. harus memahami prinsip kesatuan tubuh Kristus (saling memperhatikan, menopang & menolong)
d. harus ada kepemimpinan yang baik
e. harus ada pembagian tugas yang jelas.
f. harus ada komunikasi yang jelas
g. harus membangun rasa saling percaya
h. membangun tradisi saling mendoakan
i. bedakan antara kerja sama dan sama-sama kerja.

"JIKA kita punya tujuan, kasih, perhatian, kepentingan yang sama, MAKA kita dapat berkata 'One for all, all for one', kau saudaraku, masalahmu adalah masalahku, mari kita tanggung bersama, SEHINGGA jadi kesaksian yang baik untuk kemuliaan Allah."

5. "Be Strong!"
Sesi PA, 2 Tim 2:1-13
Menjadi seorang prajurit yang fokus pada bagaimana cara menyenangkan komandan kita, yaitu Tuhan.

Menjadi seorang atlet yang harus disiplin jika ingin menang.

Menjadi seorang petani yang harus bekerja keras.

Bukan menjadi pelayan yang mengandalkan kekuatan diri atau kehebatan orang lain, melainkan harus mengandalkan Allah dalam mengerjakan pelayanan.

6. "Life Management"
hahahaha....ini sesi yang menarik, di sesi ini membicarakan tentang keutuhan hidup.
Sering kali kita melupakan keseimbangan hidup, sehingga hidup kita kurang teratur (khususnya saya..hehe..)

Mengatur keseimbangan hidup :
- set goals -- tetapkan tujuan
- fokus pada hal-hal penting
- mengatur standard pribadi, tidak boleh ditentukan orang lain
- belajar untuk berkata "tidak" -- untuk hal-hal yg kurang "berbobot"
- lebih produktif untuk setiap apa yang kita lakukan
- merawat kondisi tubuh
- jangan kuatir

7. "Setia Hingga Akhir"
2 Tim 4:1-8
Pluit akhir => saat penghakiman terakhir.
Peraturan Allah : Kel. 20:1-17
Evaluasi Allah : Yesaya 1:10-17

"Kita harus melihat pelayanan sebagai persembahan hidup kita"

Bersyukur kita dianugerahkan pelayan ini.
Tetap semangat, jangan sampai ada distraksi.
Ingat visi utama kita.


3 hari 2 malam di retret kemarin, masih kurang...hahahahhaa...
Tapi, banyak berkat, banyak teguran, melalui retret ini.
Thanks buat semuanya.

Let's do the best for HIM


"Karunia tidak dipakai untuk diri sendiri melainkan untuk melayani Allah"

Outliers - The Story of Success

3 comments
TwitThis
Di Outliers, Malcolm Gladwell (Mantan Jurnalis The Washington Post) memaparkan faktor-faktor yang berkontribusi pada kesuksesan seseorang. Buku ini tidak berdasarkan spekulasi-spekulasi semata tetapi juga berdasarkan pengalaman pribadi malcolm sendiri pada bidang karir tentunya.
Buku ini bertahan di peringkat satu selama sebelas minggu sebagai daftar bestseller dari The New York Times dan The Globe and Mail.
Outliers menerima banyak kritik positif karena pemaparan Malcolm simpel dan mudah dimengerti. Tetapi untuk beberapa kritisi, buku ini terlalu mengsimplifikasi fenomena sosiologi yang kompleks.
Sinopsis:
Outliers mempunyai dua bagian: "Bagian Satu: Kesempatan" berisi lima bab, dan "Bagian dua: Warisan Budaya" berisi empat bab.
1. Kesempatan
Dua kata yang sangat berpengaruh; Kesempatan, Peluang. Semakin sering kita menyambut kesempatan, semakin besar peluang kita untuk menjadi sukses.
Karena itulah dimana seseorang dilahirkan, dibesarkan, memperoleh pendidikan, dan bekerja menjadi sangat berpengaruh.
The Beatles menjadi sangat legendaris karena telah melakukan 1200 show di Hamburg. Mendorong mereka hingga ke batas kemampuannya.
Bill Gates, menghabiskan eksplorasi dan studi pada bidang informatika lebih dari 10 ribu jam.
Hingga kita dapat menyimpulkan; Untuk menjadi 'ahli' yang memperoleh respek dari dunia internasional kita harus menghabiskan total waktu untuk berlatih sekurang-kurangnya 10 ribu jam.
2. Warisan Budaya
Warisan atau legacy. Mungkin ini terdengar klise tapi ya, hal ini cukup berpengaruh pada jalan hidup seseorang. Warisan yang dimaksud adalah gift atau berkah seperti IQ. Meskipun tidak terlalu signifikan, tapi tentu IQ berpengaruh pada kemudahan menerima informasi dan pola pikir.
Budaya adalah apa yang harus diperhatikan setelah warisan. Untuk apa mempunyai bakat yang luar biasa akan tetapi tidak disertai motivasi, determinasi, dan daya juang yang luar biasa. Nah, disinilah lingkungan dan arahan orang tua turut mempunyai peran yang sangat penting.
Final thought:
Buku ini mempunyai banyak nilai-nilai dan hal-hal yang positif jika kita perhatikan secara seksama.
Pada bab 1, Malcolm mengingatkan kita pada sebuah kalimat bijak; Practice make perfect. Sungguh, 10 ribu jam adalah waktu yang sangat rasional apabila kita kalkulasikan. Mengingat pentingnya latihan, dan tidak ada seorang profesional yang ahli pada bidangnya yang lolos dari peraturan 10 ribu jam tersebut.
pada bab 2, kita diingatkan pada kalimat bijak lainnya; Nobody's perfect. Kita diingatkan mengenai faktor-faktor yang menjadi penyebab belum atau tidak tercapainya kesuksesan yang kita impi-impikan meskipun kta telah bekerja sangat keras. Faktor-faktor yang berpengaruh seperti bakat dan lingkungan kita tumbuh dan berkembang.
Malcolm juga menyampaikan pentingnya untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang, bekerja tidak hanya keras tapi juga pintar, dan selalu ada sedikit faktor 'luck' pada setiap kesuksesan.
Seperti tips dari Mario Teguh; Jika gagal, cobalah lagi, jika gagal lagi cobalah lagi, jika gagal lagi, lihat caranya!

The Last Lecture - Randy Pausch

0 comments
TwitThis
Randy Pausch menggambarkan kanker sebagai "masalah teknis" Bagaimana cara ini berguna untuk melihat pada penyakitnya?
Dia berbicara tentang kuliah sebagai sarana ekspresi, dan cara untuk menjangkau anak-anaknya: "Jika saya adalah pelukis, aku akan melukis untuk mereka. Jika saya seorang musisi, saya akan menggubah musik. Tapi aku adalah seorang dosen, jadi saya mengajar kuliah " Ada banyak cara untuk berkomunikasi.

Kuliah terakhir Randy sangat fenomenal. Bukan karena yang menyampaikannya adalah seorang yang sedang sekarat akibat kanker, tapi karena apa yang disampaikannya benar-benar menginspirasi. Rekaman kuliah terakhir ini dengan cepat beredar di youtube , kemudian juga dibukukan. Dan telah menginspirasi banyak orang yang menonton ataupun membaca bukunya.

Rekaman kuliah itu memang sengaja dibuat oleh Randy untuk ketiga anaknya. Ia sudah tidak punya cukup waktu untuk ikut mendampingi ketiga anaknya tumbuh besar. Pelajaran dalam kuliah terakhirnya adalah pelajaran tentang kehidupan yang ingin ia wariskan pada anak-anaknya. Warisan yang tidak akan habis, sebagai pengganti waktu yang tidak akan pernah ia dapatkan untuk menemani mereka tumbuh dewasa.


download bukunya

Goal Setting Part II

1 comments
TwitThis
Setelah 2 minggu kemarin melakukan peningkatan performa blogging,
ada beberapa hal yang saya lakukan :

1. Mengedit beberapa widget..
2. Memperbaiki language dalam blogging menjadi lebih baik lagi..

Memang 2 minggu bukan waktu yang cukup untuk memaksimalkan hal-hal tersebut, tapi minimal saya sudah berusaha melakukan yang terbaik.

I do as I can do
d(^_^)b
 

Follow My Journey

free counters

Tempat Ngoprek

Gw juga punya blog yang isinya tentang dunia TI dan sekitarnya...Pada berkunjungnya di Tempat Ngoprek

Hasil Ngoprek

Twitter Blog Templates © Copyright 2011 by My Journey | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks