Belajar Menulis dari seorang Penulis

2 comments
TwitThis
Siapa sih yang gak kenal Raditya Dika??
hehehe...
Seorang penulis komedi yang novelnya pernah jadi best seller.

Banyak hal yang bisa diambil dari seorang Raditya Dika.
Selain pandai mengkombinasikan cerita sehari-hari dengan imajinasinya, radit juga senang membuat pembacanya tersenyum bahkan sampai tertawa terbahak-bahak.

Suatu hal yang sangat menyenangkan ketika saya bertemu dengan seorang Raditya Dika. Ada beberapa hal positif dari seorang Radit :
1. Dia selalu membuat suasana menjadi begitu nyaman
2. Tak perduli genre umur ataupun latar belakang, dia bisa mengimbangi semuanya.
3. Sangat mudah akrab dengan orang yg baru dikenal.
4. Yang paling penting adalah teknik dia dalam menulis.

Walopun waktu itu cuma beberapa menit berbincang dengan dia, setidaknya 4 hal tadi bisa langsung saya simpulkan.

Seorang pakar dalam hal menulis (bisa dibilang demikian), saya pun termotivasi juga dalam hal tulis-menulis, dalam hal ini adalah 'blogging'.

With Radith


Bermula dari "iseng"

0 comments
TwitThis
Bermula dari iseng-iseng, tapi efek yang ditimbulkan sangat merugikan banyak pihak.


Yaaaa...itulah kalimat yg tepat untuk mengomentari video-video yang sebenernya gak layak untuk di pertontonkan ke publik.

Seperti contoh kasus video yg beredar di Youtube tentang Binus.
Hal seperti ini sangat mencemarkan citra kampus Binus. Tidak semestinya "kekurangan" dari Binus di pertunjukan kepada semua orang se-"dunia".

Video 1




Video 2




Kedua video tersebut sungguh sangat mencemarkan nama Binus.

Pelajaran yg dapat diambil dari ini adalah tentang rasa tanggung jawab dan menghargai.

Tanggung jawab sebagai bagian dari sebuah "organisasi" (dalam hal ini sebagai mahasiswa/i).

Mengungkapkan rasa kesal sebaiknya dipikir-pikir dulu, walopun sebagian besar dari kita kalo sudah kesal, lupa akan semuanya. Menghargai orang lain itu penting.

Menghargai Diri Sendiri (Self Respect)

0 comments
TwitThis
Belajar dari kisah Mohandas Karamchand Gandhi
(klik untuk membaca)

Mahatma Gandhi

Salah satu karakter Gandhi yang ingin disampaikan dalam cerita ini adalah rasa hormat bagi seluruh umat manusia yang dimulai dengan menghormati diri sendiri.

Jauh sebelum menjadi Mahatma (the great soul), Mohandas muda adalah pengacara tidak dikenal dengan prospek kecil unuk sukses, melakukan perjalanan dari India ke Afrika Selatan pada tahun 1893.

Di Afrika Selatan, orang India termasuk dalam kalangan “colored”.

Mereka sering disebut kuli karena mayoritas orang India adalah pembantu atau buruh.

Jadi walaupun tergolong orang yang berpendidikan, Gandhi tetap dianggap sama seperti kaum pembantu lainnya.

Dalam pengadilan perdana Gandhi di Durban, salah satu kota di Afrika Selatan, Gandhi menggunakan sorban yang merupakan cirri khas bagi orang India.

Saat itu, Gandhi diminta untuk menanggalkan sorban tersebut, karena orang India tidak boleh menggunakan sorban di pengadilan.

Gandhi menolaknya dan dengan marah meninggalkan pengadilan karena merasa dipermalukan.

Beberapa hari kemudian, Gandhi ke Pretoria dengan tiket kereta api “first class”.

Seorang penumpang kulit putih tidak suka melihatnya duduk dengan nyaman bersama orang-orang Eropa.

Dia lalu komplain ke konduktor, yang lalu memerintah Gandhi agar pindah ke gerbong kelas tiga, tetapi Gandhi menolaknya.

Tak lama kemudian dia didorong keluar kereta, bagasinya ditahan, dan dibiarkan menggigil di ruang tunggu stasion pada malam musim dingin.

Keesokan harinya Gandhi masih mengalami penghinaan yang lebih buruk.

Ia naik kereta lainnya, si konduktor menyuruh Gandhi duduk di gerbong masinis, sementara si konduktor duduk di gerbong penumpang kulit putih.

Gandhi tidak membantahnya, dia melakukan sebagaimana yang diperintahkan, karena tidak mau diturunkan lagi.

Kemudian konduktor datang lagi menyuruhnya duduk di tempat pijakan naik, agar dia dapat merokok di tempat duduk Gandhi, Gandhi pun menolaknya.

Konduktor kereta lalu mulai memukuli Gandhi, dan hamper saja terluka parah kalau tidak dibantu oleh penumpang lainnya, yang memaksa agar Gandhi dibiarkan duduk bersama mereka.

Pengalamannya ke Pretoria membuat Gandhi mengalami perubahan besar.

Rasa bangga terhadap diri sendiri digantikan oleh rasa self-respect dan hal ini yang membuatnya menjadi seoran Mahatma yang memiliki respect terhadap harkat setiap manusia, teman atau musuh, tidak lebih tetapi juga tidak kurang dari rasa hormatnya terhadap harkatnya sendiri.

Dia seringkali melihat ke belakang dengan rasa syukur atas pengalaman diperlakukan dengan hina yang pernah dialaminya, karena hal tersebut merupakan titik balik baginya.

Gandhi lalu dikenal sebagai pemimpin orang India di Afrika Selatan.

Beliau bahkan mengorganisasikan ribuan orang India untuk menjadi regu penolong saat perang berkecamuk di Afsel.

Di bawah kepemimpinannya, sukarelawan dari Indian Ambulance Corps bahkan ditembak saat mereka menyelamatkan dan menolong orang yang terlukan.

Yang paling mengesankan adalah, orang-orang India yang tergabung dalam Corps itu adalah orang yang berasal dari berbagai kelas social dan agama.

Mereka mau berkorban untuk menolong orang lain dan yang masih memiliki prasangka terhadap mereka dan menolak untuk menghargai hak orang India yang mau mengorbankan nyawa untuk mereka.

Gandhi akhirnya kembali ke India dan memperjuangkan kemerdekaan dari Inggris.

Selama hidupnya di India, Gandhi tinggal dalam komunitas yang terdiri dari orang-orang India dari berbagai etnik, agama, dan latar belakang ekonomi.

Diantaranya ada orang India dari kasta terendah yang disebut “the untouchables” oleh orang India lainnya.

Ketika orang-orang dalam komunitas menolak kehadiran “the untouchables”, Gandhi memindahkan pengikutnya ke kota terdekat dimana penduduknya sebagian besar orang-orang yang disingkirkan oleh masyarakat.

Gandhi meninggal tak lama setelah mimpinya terwujud, dibunuh oleh orang Hindu yang tidak bias menerima penghormatan yang ditunjukan Gandhi pada orang India Muslim.

Gandhi hidup dan mati, sebagaimana perubahan yang ingin dilihatnya di dunia ini.

"We must be the change we wish to see in the world"
Mahatma Gandhi




Mahatma Gandhi (2 Oktober 1869 — 30 Januari 1948) adalah sosok figur yang dihormati oleh sebagian besar penduduk dunia ini. Seseorang yang sangat patut dijadikan contoh oleh kita semua.

Dari sekilas cerita diatas, ada banyak hal yang dapat diambil, dan menurut saya secara pribadi, ada 2 hal yang paling penting, yaitu menghargai orang lain dan menghargai diri sendiri.

Setidaknya 2 hal tersebut bisa mengajarkan berbagai hal kepada kita.

1. Menghargai orang lain

Dalam hal berteman atau ber-sosial, Gandhi tidak memilih-milih.
Bahkan Gandhi pernah membentuk sebuah regu penolong yang beranggotakan orang-orang India dari berbagai kelas sosial dan agama.

Gandhi juga ikut dalam memperjuangkan kemerdekaan India dari Inggris.
Wwaaww, sebagai seorang pemimpin, Gandhi adalah sosok pemimpin yang sukses.

Dan yang paling mengesankan dari sikap menghargai orang lain dari diri seorang Gandhi adalah beliau mau bergaul dengan kelompok masyarakat dengan kasta paling rendah atau orang India menyebutnya "the untouchables" (yaaa ampun sampe segitunya.. )

Tapi inilah kelebihan dari sosok seorang Gandhi, tak salah jika beliau diberi gelar Mahatma = "the great soul" = jiwa yang agung. , karena dia bisa menghargai orang lain walaupun dari berbagai etnik, agama, dan latar belakang ekonomi.

2. Menghargai diri sendiri

Gandhi juga sangat menghargai budayanya. Dia tidak malu menunjukkan kalo dia orang India, yaitu dengan memakai sorban di kepalanya pada saat beliau berada di sebuah pengadilan. Walaupun beberapa orang di pengadilan tidak suka dengan hal ini, malah mereka menyuruh Gandhi untuk melepas sorbannya. Tentu saja beliau marah karena merasa dihina.
Hal ini menunjukkan kalau Gandhi sangat menghargai budayanya. Bagaimana dengan kita?? sudahkah kita menghargai budaya kita??? hehehe...

Gandhi sangat bangga akan dirinya sendiri, walau pernah diperlakukan dengan sangat tidak manusiawi oleh banyak orang kulit putih.

Bangga terhadap diri sendiri itu penting, mengapa demikian?????????
karena salah satu kebahagiaan yang tak ternilai ketika kita menjadi diri kita sendiri. Keyakinan kita dengan potensi, bakat, kekuatan, dan karakteristik yang ada pada diri kita, membuat kita merasakan keistimewaan dan keunikan yang kita miliki.

Jadi mulailah menghargai diri sendiri, menghargai semua kelebihan dan kekurangan diri kita. Setelah itu, hendaknya kita juga belajar untuk menghargailah orang lain, entah itu teman kita, bahkan musuh kita sekalipun.

Salah satu quotes dari seorang Mahatma Gandhi :
"The best way to find yourself is to lose yourself in the service of others"

Kisah Perangkap Tikus

0 comments
TwitThis
Baca Cerita

Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam "hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??"


Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang.. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak " Ada Perangkap Tikus di rumah....di rumah sekarang ada perangkap tikus...." Ia mendatangi ayam dan berteriak " ada perangkap tikus"


Sang Ayam berkata " Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku"


Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak.
Sang Kambing pun berkata " Aku turut ber simpati...tapi tidak ada yang bisa aku lakukan"


Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. " Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali"


Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata "
Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku"

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.


Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata yang terperangkap adalah seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah.

Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri terkena gigitan ular tersebut. Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam.
Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. (kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam)


Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya. Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya.

Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.
Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.

Dari kejauhan...Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan.
Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.



Kalo ada yang belom tau gimana bentuknya tikus, bisa diliat di sini ... hehehehe...
Tikus asli



Tikus cantik




"Pentingnya Sebuah Kepedulian"


Saya mendapatkan 2 hal dari cerita diatas, yaitu tentang rasa kepedulian dan rasa egois.

Sebagai manusia kadang kita gak peduli tentang keadaan orang lain, ya saya juga terkadang begitu... hehehe ,,, kita merasa "biasa aja", toh bukan kita yang lagi susah...

Terkadang, kita hanya mementingkan diri kita sendiri (EGOIS), semua manusia punya sisi egois, yang parah itu kalo Egoisnya terlalu berlebihan...

Menolong orang yang sudah kita kenal aja rada-rada susah, apalagi membantu orang yang belom kita kenal sama sekali....hmmmm...bener kan???

Tapi setelah merenungi kisah ini, hendaknya kita mulai membangun rasa empati atau rasa peduli terhadap sesama, mulai belajar untuk peka terhadap keadaan lingkungan sekitar, karena tidak ada salahnya membantu orang lain yang sedang kesusahan,

Melalui kisah ini, kita semua diajarkan untuk saling peduli dengan sesama kita, yang namanya peduli itu gak boleh setengah-setengah apalagi pilih-pilih...

Jadi, jika suatu saat nanti ada orang yang mengalami kesulitan dan mengira itu bukan urusan kita, sebaiknya dipikirkan kembali, karena "jika ada bahaya di dalam peternakan, maka seisi peternakan ada di dalam bahaya"

I'm Back!!!

0 comments
TwitThis
hehe...

waahh...sudah lama tak menyentuh Blog gw...

mmmm...2 bulanan lebih Hiatus dari dunia per-blogger-an ...
Kangen juga...


Gw hiatus karena :
1. Persiapan masuk kuliah taun ini
2. Udah resign dari kantor, yang menyebabkan jarang online...
3. Males ,, hahaha...yang ini pasti pernah dialami sama semua blogger

Semua orang skarang punya Twitter, gw juga punya donk...
Follow yah... http://twitter.com/onezsumlang
nanti kasih tau, gw follow back dah...

Setelah ikutan tes di salah satu Univ di daerah Bandung, dan gak diterima...
, akhirnya gw masuk Univ. Bina Nusantara jurusan Teknik Informatika...

O ya, Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, smoga diberi kekuatan dalam menjalankannya, amiienn... ^_^

Haafffttt....setelah update Blog, gw mo pulang dulu ke RumahBlogger


Salam Super!!
 

Follow My Journey

free counters

Tempat Ngoprek

Gw juga punya blog yang isinya tentang dunia TI dan sekitarnya...Pada berkunjungnya di Tempat Ngoprek

Hasil Ngoprek

Twitter Blog Templates © Copyright 2011 by My Journey | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks