Extraordinary 'Miaw'

1 comments
TwitThis
Udah lama pengen cerita tentang si Putih.
19 November 2011, dengan berat hati saya tetapkan sebagai hari kematiannya si Putih. Sedih sih, tapi ya mau gimana lagi, selain faktor umur, mungkin juga emang udah waktunya dia mati.

Oya, yang belum tau siapa si Putih, silahkan baca sekilas tentang dia. Hehehe

Cerita tentang si Putih, bermula pada suatu hari di sekitar bulan-bulan akhir di tahun 2003. Kucing di rumah kan udeh 'bunting' tuh, trus pada suatu pagi yang dingin (asseekk), si mama kaget, trus manggil-manggil.
Trus bilang gini, kucing lu ngelahirin tuh, karena gue belom pengalaman gimana rasanya jadi 'bapak', yaa jadi gak ada ekspresi apa-apa, hahaha... ==a

Tapiii, setelah bilang itu, si mama marah-marah, ternyata kucing gue ngelahirinnya di kardus yang isinya kumpulan bahan-bahan baju. Skarang gue berpikir, ternyata kucing juga mau ngelahirin di tempat yang 'empuk' dan 'nyaman' yah. Ckckck.

Kucingku yang ngelahirin itu namanya Manis. Waktu itu dia ngelahirin 2 baby kucing yang lucu imut, dua-duanya warna putih.
Singkat cerita, T_T yang satu mati, karena ketindihan si Manis, ahh, jadi cuman tinggal 1. Nah, dari saat itulah kisah si Putih dimulai. Tepatnya 3 Desember 2003.

Warna bulunya putih, matanya masih belom bisa dibuka. Setelah beberapa bulan semenjak kelahirannya, dia udeh mulai bisa jalan. Karna emang anak satu2nya, kemungkinan dia dimanja gitu. HAHAHHAA Tapi sayang, gak beberapa lama, si Manis pergi dari rumah, si Putih terpaksa menjadi yatim piatu.

Untung masih ada kami, jadinya secara otomatis dia kami angkat jadi hewan peliharaan.
Itu berarti, si Putih harus aku kasih makan, si Putih harus aku ajak main ke dan yang pasti aku bertanggung jawab sama si Putih. Tapi bukan berarti si Putih aku manjain, kadang-kadang sih, sering deh, ahh tapi kan dia kucing,,hahahaha.

Si Putih udah makin besar, makin sering pulang malem, sering berantem sama kucing kampung yang lain. Pernah suatu kali, kakinya itu berdarah-darah gitu, trus jalannya pincang, kalo udah gini dia diem aje tuh di rumah.

Banyak cerita yang pengen disampaikan tentang si Putih, tapi 8 tahun kehidupannya, gak cukup 1 postingan blog buat nyeritain dia.

Tahun 2011, siapa sangka akan jadi tahun terakhirnya hidup.
Hari Sabtu, 12 November 2011, orang rumah lagi pergi, malem itu gw sendirian di rumah, lagi di kamar, pintu kebuka, trus si Putih masuk. Meong-meong seperti biasa minta makan. Tapi karna kesibukan di kampus, seminggu sekali pulang ke rumah, jadinya jarang main sama si Putih.

Entah kenapa gw malah milih rebahan gitu di kasur, dan gak beberapa lama, si Putih naik juga tuh ke kasur. Pikiran gw sih, ya udahlah, udah lama juga gak bersenda gurau sama si Putih, dan mumpung gak ada orang tua, jadi gak ada yang marahin. Jyyyaaahhh...
Tapi siapa sangka itu 'saat terakhir' ku sama si Putih. haiiizzzzz

Walaupun dia udah pergi tapi kenangan dengan si Putih gak bisa dilupain. Bisa sih, tapi butuh waktu lama, dan emang gw orangnya bisa cepet lupa. zzzzzz

Putih, bukan sekedar kucing, bukan sekedar hewan peliharaan, bukan kucing yang dibeli dengan harga mahal, tapi seekor teman, seekor hewan yang kadang bisa mencairkan suasana, kadang nyebelin, kadang belagu. Hahaha

Putih is Putih. Senang pernah ber-'teman' dengan si Putih.


Putih Van Decker
03/Desember/2003 - 19/Novermber/2011

Dia berjalan bersamaku

0 comments
TwitThis
Waktu itu aku sendiri, lemah, dan merasa tak berguna, kemudian datang seseorang Pribadi kepadaku. aku sudah pernah tahu tentang Dia, tapi ya cuma sekedar tahu saja, aku belum sepenuhnya mengenal Dia.

Lalu Dia mengajakku untuk ikut pergi bersamaNya, awalnya aku ragu, tapi akhirnya aku memutuskan untuk ikut pergi bersama Pribadi tersebut. Aku ragu untuk memulai perbincangan, dan aku tidak tau harus mulai darimana. Tapi sesuatu yang tidak aku sangka adalah Dia yang memulainya terlebih dahulu.

Kami pun mulai berbincang-bincang, dari awalnya aku terbata-bata untuk berkomunikasi denganNya, sampai akhirnya aku bisa mengungkapkan berbagai hal kepadaNya. Waktu itu aku berpikir dalam kepolosanku "Ah, ternyata Dia asyik juga".

Waktu terus berlalu, aku mulai mengenalNya sedikit demi sedikit. Ternyata Dia tahu berbagai hal tentang diriku, bahkan aku baru tahu tentang hal-hal itu ketika aku berkomunikasi denganNya. Kemudian aku merasakan sesuatu yang lembut menyentuh tanganku, Pribadi itu ternyata memegang tanganku loh. Aku hanya membalas dengan senyuman kecil. Sekarang kami berjalan dengan bergandeng tangan, mmmm mungkin kalimat yang tepat adalah sekarang tanganku digandeng olehNya.

Tiba-tiba aku melihat sekitarku, orang-orang lain dengan bebasnya melakukan segala sesuatu yang ingin mereka lakukan. Awalnya aku mencoba untuk tidak ikut-ikutan mereka, karena Dia memberitahuku untuk tidak melakukan apa yang mereka lakukan.

Tapiiiii, aku terbuai, aku lepas fokus, aku tidak mengindahkan kata-kataNya lagi, lalu aku dengan segera melepaskan genggaman tangan hangatNya dari tanganku. Aku kemudian bersama dengan orang-orang itu melakukan apa yang mereka lakukan, sesaat aku tidak memperdulikan sosok Pribadi yang sudah menolongku itu.

Aku mendengarkan Dia memanggilku, memintaku untuk kembali berjalan bersamaNya, tapi seakan-akan orang-orang yang disekitarku itu berusaha untuk menutupi telingaku, mereka berusaha untuk menghalangi suaraNya.

Lalu pada akhirnya, aku mulai tidak merasa nyaman dengan apa yang aku lakukan itu, aku menoleh kebelakang dan woww tidak bisa dibayangkan, Dia terus memanggil-manggil aku, tampak samar-samar ada tetesan air di dekat matanya.

Aku pun berlari menghampiriNya, aku meminta maaf kepadaNya karena sudah mengabaikan Dia beberapa saat.

Tahu apa responNya?

Ternyata Dia kembali memegang tanganku, dan kembali mengajakku berjalan bersamaNya. Aku terharu, aku merasa menyesal dan berjanji kepadaNya kalau aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

Tak berapa lama aku berjalan bersama Dia, aku diberi tugas olehNya untuk melakukan yang Dia mau. Aku mulai berpikir, aku menyadari kalau aku tuh orang yang lemah, yang terbatas, yang tidak bisa melakukan hal itu. Lalu aku bicara kepadaNya tentang hal-hal kekuatiran yang aku rasakan itu. Tapi anehnya, Dia malah menjawab dengan mengatakan bahwa aku disuruh tenang, Dia yang akan melakukan semuanya, aku hanya sebagai alat saja untuk melakukan tugas itu.

Akhirnya akupun menerima tugas itu, memang berat, aku gak sanggup melakukannya, tapi aku kembali disadarkan kalau ternyata aku melakukan tugas itu dengan mengandalkan kemampuanku saja, aku berpikir kalau aku bisa menunjukkan kepadaNya kalau aku bisa melakukan tugas ini dengan kemampuanku, tapiiiiiiii ternyata aku salah besar, aku gak bisa berbuat apa-apa.

Akhirnya aku kembali mengadu kepadaNya, aku merasa malu, aku ingin mengatakan kalau aku tidak bisa melakukan tugas itu. Tapi kembali Dia berkata kepadaku dengan lemah lembut dan penuh kasih bahwa aku tetap harus melanjutkan tugas itu dan Dia yang akan melakukan semuanya itu.

Terdengar aneh memang, kan aku yang disuruh melakukan tugas itu, kok malah Dia yang melakukan semuanya?

Aku mendengarkan petunjuk-petunjukNya, aku melihat sendiri kalau memang benar Dia yang melakukannya, seolah-olah aku hanyak duduk memperhatikanNya bekerja melalui aku. Yaps, pada akhirnya, semua yang dikerjakanNya benar-benar membuatku kagum, sedangkan aku hanya melakukan apapun yang aku bisa lakukan.

Setelah melakukan tugas itu, aku diberi tugas lagi dan lagi, aku menikmatinya, karena aku menyadari kalau Dia yang pasti akan melakukannya dengan baik. Tapi seringkali aku takut, aku gak sanggup, aku bosan dan aku ingin meninggalkan tugas itu. Dengan sabarnya, Dia kembali menghibur hatiku, menyadarkanku kalau semuanya itu Dia yang akan lakukan, aku, ya aku, hanya sebagai alatNya saja.

Pada akhir setiap kami menyelesaikan tugas itu bersama-sama, aku merasakan adanya perasaan lega, senang, dan pastinya terkagum-kagum. Aku pun tak lupa mengucapkan terima kasih kepadaNya. (tapi terkadang akupun lupa berterima kasih kepadaNya)

Sesekali ketika aku ingin melakukan hal-hal yang dilakukan oleh orang lain itu, aku mengingat kembali akan perbuatanNya yang benar-benar membuatku tidak ingin membuatNya sedih lagi.

Sampai suatu saat, aku kembali tergiur oleh hal-hal yang diperbuat orang-orang disekitarku itu. Aku dengan pelan-pelan mencoba melepaskan genggamanku dari tanganNya, berharap Dia tidak menyadari hal itu (bodohnya aku). Karena sudah terlalu tergoda, akhirnya aku melepaskan tanganku secara paksa, dan aku berlari, ya aku berlari menjauh dariNya, meninggalkanNya seperti yang aku lakukan sebelumnya.

Tapi Dia tetap mengikutiku, Dia tetap memanggilku untuk tetap berjalan bersamaNya. Dan sekali lagi, karena sudah tergoda dengan hal-hal itu, aku pun tidak mengindahkan Dia. Aku memalingkan mukaku dariNya dan melakukan berbagai hal yang aku tahu pasti membuat hatiNya kecewa.

Dan seperti sebelumnya, ketika aku menyadari kalau yang aku lakukan itu sia-sia, aku kembali kepadaNya, meminta Dia menghiburku, aku mengakui segala kesalahanku (aku malu). Dan anehnya, Dia tetap menerimaku, ya benar, Dia menerimaku seperti awal waktu Dia mengajakku untuk berjalan bersamaNya. Suara lembutNya, sentuhan tanganNya, tidak ada yang berubah sedikitpun.

Aku mulai mengenal secara lebih lagi tentang Pribadi yang bersamaku itu.

Sekarang Dia kembali berjalan bersamaku, Dia kembali menggenggam tanganku dengan lembut. Sesekali Diapun menggendong aku ketika aku lelah dan Dia tidak pernah mengeluh.

Sebuah perjalanan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.

Aku ingin mengatakannya sekali lagi,
Dia berjalan bersamaku dan akan terus berjalan bersamaku.....:-)

Maukah kamu juga menerima Dia untuk mengajakmu berjalan bersamaNya?

Sulitnya Mengakui "Kegagalan"

0 comments
TwitThis
Berkata bahwa Tuhan itu baik, memang tidak salah dan mudah dilakukan, itu memang kenyataannya bahwa Tuhan sangat baik, tapi, mengakui "kegagalan" kita dimasa lalu dengan berjiwa besar dan berkata Tuhan itu baik agar menjadi berkat bagi orang lain dan menjadi kesaksian bagi banyak orang, adalah sesuatu hal yang sulit, karena gak semudah itu menceritakan kebaikan Tuhan kepada orang lain tentang "kegagalan" yang pernah kita alami.

Apalagi tipe orang seperti saya yang gak mau terbuka sama orang yang belum dikenal dengan baik, lebih baik "menyimpan" kebaikan-NYA, dari pada menceritakan "kegagalan" yang pernah saya alami kepada orang lain. (egois)

Butuh proses untuk menceritakan itu ke banyak orang, dan yang pasti butuh jiwa yang besar dan sangat besar.
Ahh, sungguh pengalaman yang luar biasa, ketika mendengarkan orang lain menceritakan "kegagalan"nya kepada saya, sangat memberi kekuatan.

Firman Tuhan hari ini sungguh menegur, "menghantam" diri saya, seperti ada sesuatu yang membuat saya tuh gak bisa berkata atau bersilat lidah (membela diri).

Mazmur 119:129-136
Bagian yang sangat menegur,
"Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh" (Ay. 130)

Dan bagian yang memberi kekuatan,
"Teguhkanlah langkahku oleh janji-Mu, dan janganlah segala kejahatan berkuasa atasku. Bebaskanlah aku dari pada pemerasan manusia, supaya aku berpegang pada titah-titah-Mu." (Ay. 133-134)

Jadikanlah firman Tuhan sebagai teman setia kita, yang selalu setia menuntun perjalanan kita, membimbing kita menentukan mana yang baik dan yang jahat, dan yang pasti, belajar firman Tuhan terus menerus akan membantu kita untuk menumbuhkan "jiwa yang besar" di diri kita, amin!.

Update status Facebook

0 comments
TwitThis
Iseng-iseng aja nih,,hohohoho....
Cobain aja, nanti di status FB kamu, jadi via Onez Sumlang ^_^b
wkwkwkkw....eksis...



Atau mau update status seolah2 via Facebook for BlackBerry??
coba yang ini aja gan...hahaha...:D

Click

0 comments
TwitThis
Film ini bercerita tentang seorang pria/ suami/ karyawan yang hidupnya ingin mencapai kesuksesan. Namanya Michael Newman, dia bekerja sebagai seorang arsitek.

Istrinya bernama Donna, anaknya Ben dan Samantha.

Dia menyayangi keluarganya, tapi tuntutan pekerjaan menghalangi waktu bersama keluarganya. Bahkan untuk membuat sebuah 'rumah pohon' pun selalu ditunda-tunda.

Waktunya dihabiskan untuk mengerjakan proyek terus menerus. Bisa dibilang, waktu untuk istirahatnya kurang.

Jadi, dirumahnya itu ada banyak remote, entah itu remote untuk buka garasi, nyalain kipas, nyalain tivi, dll. (haha..)

Singkat cerita (biar penasaran), dia pergi ke toko gitu, nyari "universal remote" (satu remote yg bisa dipakai untuk semua).

Lalu dia ketemu dengan Morty, dan dengan cuma-cuma si Morty ini ngasih 'universal remote' itu ke Michael.

Pertamanya sih, si Michael gak sadar kalo remote itu tuh remote ajaib. Sampe dia tahu kalo ternyata dia bisa mengendalikan semuanya, yaa everything.

Anjingnya Sundance yang meng-gonggong, volume suaranya bisa dikecilin pake remote itu. Haha...
Bisa nge-pause orang, forward kehidupannya, melihat kembali kehidupannya waktu dulu. Tapi gak bisa ngerubah kehidupan yang udah dijalaninnya.

Nahhhhhhhh....sampai akhirnya remote itu pun 'error', remote itu secara otomatis mem-forward kehidupan si Michael ke 1 tahun kemudian, 10 tahun kemudian, bahkan sampai dia jadi tua.
Dia melewatkan setiap detail kehidupannya, anaknya tiba2 sudah besar, dia cerai dengan istrinya, dia jadi arsitek yang sukses, sampai si Ben menikah.

Yaps....dia melewatkan semuanya itu.
Dia sangat menyesal karna gak bisa tau kejadian2 yang sudah dilewatkannya. Bahkan sampai papanya meninggalpun dia ga tau.
Dia hanya bisa melihat kembali kejadian yg sudah dilewatkannya.

Kan sekarang dia udah tua gitu yah, anaknya si Ben abis menikah.
Si Michael dirawat ceritanya di rumah sakit, nah si Ben ngejenguk tuh ke rumah sakit.

Dia (Ben) nampaknya mengikuti kelakuan ayahnya, dia mementingkan urusan kerjanya dari pada bulan madu sama istrinya.
Disitu si Michael mau bilang kalau jangan lakuin hal itu.

Dia ngejar anaknya, (sedih skaleee scene yang ini)...
Singkat cerita dia bilang "family gone first"...
Lalu ada beberapa pesan terakhir kepada Samantha dan mantan istrinya. (liat ndiri yak..hehe)

Pokoknya film ini keren, harus fokus nontonnya, rasakan, dan anda akan terharu (mungkin bisa nangis juga)

Tapiiii....emang sih ada adegan2 yang ga baik, tentang kelakuan si Sundance gitu..ga apa2lah buat lucu2an aja..haha...

Penasaran sama ceritanya??
Nontonlah film ini...

Dibilang untuk semua umur,,,mmmm ga juga sih,
Tergantung cara kamu nonton film ini sih..:D
^_^b

Pesan moral :
Selain memprioritaskan Tuhan dalam hidupmu, Anda juga harus mendahulukan keluarga Anda, percuma sukses kalo keluarga berantakan. Emang sih kerjaan itu penting untuk 'menghidupi' keluarga Anda, tapi gimanapun juga, "family gone first".

Met nonton...

Waktu Tuhan

0 comments
TwitThis
DI DALAM HIDUP INI
SEMUA ADA WAKTUNYA
ADA WAKTUNYA KITA MENABUR
ADA WAKTU MENUAI

MUNGKIN DALAM HIDUPMU
BADAI DATANG MENYERBU
MUNGKIN DOAMU BAGAI TAK TERJAWAB
NAMUN YAKINLAH TETAP

Reff.:
TUHAN TAK AKAN TERLAMBAT
JUGA TAK AKAN LEBIH CEPAT

SEMUANYA DIA JADIKAN INDAH
TEPAT PADA WAKTU-NYA

TUHAN DENGAR DOAMU
TUHAN TAK PERNAH TINGGALKANMU
PERTOLONGAN-NYA PASTI 'KAN TIBA
TEPAT PADA WAKTU-NYA



BAGAIKAN KUNCUP MAWAR
PADA WAKTUNYA MEKAR
PERCAYA TUHAN JADIKAN SEMUA
INDAH PADA WAKTU-NYA

HENDAKLAH KITA S'LALU
HIDUP DALAM FIRMAN-NYA

PERCAYA TUHAN, NANTIKANLAH DIA
BEKERJA PADA WAKTU-NYA
Yerikho - Waktu Tuhan

Puji Tuhan!!!
Setelah sekian lama mencari versi MP3nya, akhirnya ketemu juga (1 album lagi..hahaha..).
Pertama kali ngedenger lagu ini, di Kaset Tape, beberapa tahun lalu menjelang Natal.
d(^_^)b

Lagu ini selain enak di dengar, liriknya juga sangat menguatkan saya.
Tuhan itu gak pernah terlambat untuk menolong kita.

Seringkali kita menganggap kalo doa-doa yang kita naikkan seperti gak dijawab sama Tuhan, tapi di lagu ini, kita dikuatkan kalo kita harus menyakini kalo Tuhan pasti menjawab doa kita (apapun itu jawaban-NYA)

Karena Tuhan itu gak akan pernah terlambat dan gak akan lebih cepat untuk menolong kita, DIA berkuasa atas kita, DIA tahu segala yang dibutuhkan oleh kita.

Dan, di lagu ini pun kita diingatkan, kalo kita harus hidup dalam firman-NYA, dan percaya kalo Allah Bapa kita bekerja sesuai dengan waktu-NYA, bukan waktu kita.

Semoga menjadi berkat!
Amin..

Serunya PMB taun ini....^_^

0 comments
TwitThis
PMB atau Penerimaan Mahasiswa Baru merupakan event 1 kali dalam 1 tahun (ya iyalah..tuing..)

Pertama kali ditawari untuk melayani di PMB ini oleh PO Binus, mmmm...kaget sih, dan juga saya gak tau mau ngapain aja nantinya di PMB ini.

Dikasih waktu buat bergumul sama Tuhan, sehari demi sehari dibukakan tentang beban melayani di PMB ini, entah itu dari SATE, Doa, teman2, dan bacaan2 lain. Akhirnya saya bersedia untuk melayani di PMB ini.

Jadi kita dari PO, akan mengisi jam kerohanian di setiap gelombangnya.
Bentuk ibadah untuk PMB ini adalah KKR, setiap mahasiswa/i ditantang untuk menerima Kristus, atopun memperbaharui komitmennya.

Beberapa minggu sebelum gelombang 1 dimulai, kami panitia mempersiapkan segala sesuatunya. Saya sendiri menjadi Sie. Pemerhati. hehe...

Singkat cerita, Tuhan memimpin KKR di gelombang 1, dan gelombang 1 ini merupakan gelombang dengan jumlah mahasiswa kristen terbanyak dari gelombang2 lainnya.

Kami dari Sie. Pemerhati mengadakan acara fellowship untuk mahasiswa gelombang 1, kita ngadain PARSEL (Persekutuan Hari Selasa).
Namun sangat disayangkan, maba yang hadir di persekutuan itu sedikit, hal ini dikarenakan turun hujan dari pagi.

Sempat down juga disitu, gimana kedepannya...
Mungkin persiapan dari kami yang kurang maksimal.
Saya cuma bisa menyerahkan semuanya ke DIA.

Selang 2 minggu kemudian, gelombang 2 pun tiba, kami kembali mempersiapkan semuanya untuk KKR di gelombang ini.

Dan minggu depannya, gelombang 3, yaaa memang sedikit waktu untuk istirahat, tapi ini yang harus kami jalani, komitmen kami diawal pelayanan mengajarkan kami untuk terus berfokus pada visi kami, yaitu memuliakan DIA.

Karena keterbatasan waktu, akhirnya kami menggabungkan acara fellowship gelombang 2 dan 3.
Kami mengadakan PARIS (Persekutuan Hari Kamis).
Puji Tuhan, kami boleh merasakan kebersamaan dengan mereka. Banyak maba yang hadir di PARIS ini.

Akhirnya gelombang 4 pun datang, kami kembali mempersiapkan segala sesuatunya.

Singkat cerita, kami kembali mengadakan fellowship untuk maba gelombang 4 ini.
Yaps, it's PRABU (Persekoetoean Hari Raboe).
Puji Tuhan, tidak hanya gelombang 4 yang hadir, tapi dari setiap gelombang ada maba yang ikut kembali untuk bersekutu bersama.

Kami senang semuanya boleh berjalan dengan baik.
Dan saya sangat menyadari bahwa tanpa pertolongan-NYA, kami tidak dapat melakukan ini semua.
Saya sangat bersyukur bisa melayani bersama dengan semua panitia dan pelayan-pelayan di PMB ini.

Tapi di satu sisi, ada rasa sedih atau apa yah namanya, mmmm...
Intinya sih, cepat sekali semua ini berlalu, rasanya masih pengen ada gelombang 5, 6, dst. hahaha...

Kami sudah melakukan bagian kami dengan segala keterbatasan yang kami miliki, dan kami menyerahkan bagian Tuhan menurut kehendakNYA.

Masih banyak cerita yang dibalik event PMB ini --Expo, Futsal, NoBar-- yang gak diceritakan, biarlah itu jadi kenangan yang indah.

Daaannnnnnnnnnn....diakhir pelayan di PMB ini, saya ditawari untuk pelayanan di event yang lain.
Kaget, gak nyangka.
Tapi saya masih menggumulkan hal ini. Biar Tuhan yang memberikan jawaban sesuai rencana dan kehendak-NYA saja.

Sekali lagi, terima kasih buat teman-teman panitia dan buat semua pelayan-pelayan Tuhan yang melayani di PMB kemarin.

GBU

:-(

0 comments
TwitThis
8 September 2010

Aku telah mengambil keputusan yang sangat sulit.
Tapi kuyakin, Tuhan punya rencana dibalik semuanya ini.
Aku cuma bisa merencanakan, tapi Tuhan-lah yang berkehendak.

Berat mengambil keputusan ini.
Yes, it's too difficult...

Untukmu yang slalu kubanggakan, tetap semangat.
Jangan larut terus dalam kesedihan!
Masih ada masa depan yang sudah ditetapkan oleh-NYA buatmu.

Ganbatte!!!
Jesus Bless...

Indah pada waktuNYA

3 comments
TwitThis
1 September 2010
Mengawali bulan September dengan merasakan kasih Tuhan yang RRUUAAARRR BIAASA..

Kami panitia PMB PO Binus mengadakan event PRABU (Persekoetoean Raboe) untuk menyambut mahasiswa baru khususnya gelombang 4.

Dari Selasa malam semua nampak akan berjalan lancar.
Kita sebagai panitia dan pelayan pun sudah mempersiapkan acaranya di hari Selasa itu, mulai dari latian MC/Pemusik, persiapan games, dll.

Rabu pagi pun semua tampak normal, beberapa orang dateng ke sekretariat PO untuk persiapan lagi.

Dan hal yang sangat tidak kita duga pun terjadi,
Jadi ketika kami lagi bungkus hadiah buat games nanti, ada berita dari salah seorang panitia, dia mengabarkan kalo pembicara hari ini GAK BISA!
Heiii, ini beneran loh, bukan becanda, bukan September Mob...atau acara yg ngerjain orang. =_=!!
haha...

Beliau gak bisa karena anaknya sakit.

Bayangin aja, waktu udah nunjukin jam 9, acara dimulai jam 10, sedangkan pembicara gak bisa hadir.

Semuanya panik, semuanya bertanya "gimana dong?" (termasuk saya)
Akhirnya saya menghubungi semua panitia, untuk memberitahu tentang ini.

Dan yang terjadi adalah semua panitia pun ikutan panik.....hahahahhahaaa.....

Akhirnya kita yang di sekre ambil keputusan kalo acara PRABUnya ada nonton 1 film.

Saya ambil laptop, speaker dan charger HP (haha) di kost, trus beli beberapa perlengkapan buat acara ini sama my partner.

Ditengah kondisi yang panik kuadrat, ada sebuah postingan di blog ini tentang ASAP --> Always Say A Prayer ....

Mencoba mengajak semuanya untuk tetap berdoa.

Akhirnya tiba juga di kampus, dan yang terjadi adalah kita memutuskan gak jadi nonton...tapi diganti dengan sharing...

Puji Tuhan, ide yang sangat baikkkkkk..........

Beberapa kakak-kakak PO yang men-sharingkan beberapa hal tentang PO.
Lalu jemaat dibuat perkelompok untuk sama-sama sharing, tentunya di pimpin oleh kakak-kakak PO itu...hoho...

Singkat cerita, semuanya berjalan dengan sangat lancar,

Pengalaman pertama tentang gak hadirnya pembicara.

Selesai semuanya kelar, kita evaluasi, dan ternyata sharing tersebut aktif, jemaat saling terbuka, saling cerita.

Aiissshhhhhh.....mendengar itu serasa gak bisa ngomong apa-apa.
Sungguh bersyukur buat Tuhan.

Ditambah lagi beberapa mahasiswa baru sangat bersyukur telah mengikuti PRABU ini.

O ya, pas evaluasi, kami juga sempat "ngerjain" teman kami yang ulang taun..
hahahhaaa...
kami akting, semuanya nyalahin dia.....:D
ngeliat muka teman kami yang 'pundung', kasian juga....huehehehe....

Tuhan telah bekerja menurut cara-NYA.
Kita hanya bisa merencanakan, tapi DIA yang menghendaki segala sesuatunya terjadi.
Semuanya dijadikan-NYA indah pada waktu-NYA

We are NOTHING without HIM.........yes, we are!!!!!!!

JBU

"Belum!"

0 comments
TwitThis


Pada awalnya saya bukanlah sebuah cangkir. Pernah dalam hidupku saya hanya segumpalan tanah liat.

Kemudian Tuanku mengambil saya dan mulai menepuk-nepuk, menggenggam dan membentuk saya. Rasanya sangat sakit dan saya minta Dia berhenti.
Tetapi Dia hanya tersenyum dan berkata,
"Belum!"

Saya merasa mual dan hampir tidak tahan lagi, tetapi akhirnya Dia menurunkan saya.

Kemudian Dia menempatkan saya di atas pelarikan tukang periuk dan saya terus ikut berputar.

Saya tidak bisa memahami mengapa Dia membakar saya!

Saya berteriak dan meminta agar Dia berhenti, membiarkan saya keluar. Dengan samar-samar, saya dapat melihat Dia melalui kaca di pintu tanur api, tetapi Dia hanya tersenyum, menggelengkan kepala dan berkata,
"Belum!"

Tetapi tiba-tiba Tuanku mengangkat saya dan mulai mengampelas dan menyapu saya.

Kemudian Dia mengambil sebuah kuas dan mulai mengecat saya dengan berbagai warna yang menutupi diriku seluruhnya. Baunya begitu tajam sehingga saya mau pingsan.
Saya mohon agar Dia berhenti, tetapi Dia tersenyum terus dan berkata,
"Belum!"

Kemudian Dia memasukkan saya dalam tanur api yang lain, yang dua kali lebih panas dari pada yang pertama.

Saya yakin akan mati lemas. Saya memohon, mendesak, menangis, tetapi Dia terus hanya tersenyum dan berkata,
"Belum!"

Kemudian pintu tanur api dibuka lebar-lebar dan Tuanku berkata,
"Sekarang, sudah!"

Ia mengangkat saya dan menempatkan saya di sebuah rak untuk beristirahat.
Tidak lama kemudian Dia datang kepada saya dengan sebuah cermin dan mengajak saya untuk berkaca. Ketika saya memandang diriku, saya tidak bisa mempercayai mata kepalaku sendiri.

Saya berseru,
"Ah, cantik sekali cangkir ini!"

Kemudian Tuanku menjelaskan :
"Saya ingin agar engkau mengerti bahwa saya tahu engkau merasa sakit ketika saya menepuk-nepuk dan membentuk engkau. Saya tahu bahwa berputar-putar di atas pelarikan membuat engkau merasa mual. Namun, andaikata waktu itu saya berhenti, engkau pasti menjadi kering dan seterusnya akan tetap segumpalan tanah liat saja; tak bakal memiliki ciri-ciri pribadi dalam hidupmu."

"Saya tahu engkau kepanasan ketika saya memasukkan engkau ke dalam tanur api yang pertama. Namun andaikata saya tidak melakukannya, engkau tetap rapuh dan mudah sekali hancur."

"Saya tahu engkau merasa kurang nyaman ketika diampelas dan dicat. Tetapi andaikata saya tidak melakukannya, engkau tak akan pernah memliki warna apa pun dalam hidupmu."

"Satu hal lagi, saya sadari betul-betul bahwa tanur api yang kedua sungguh menyengsarakan engkau! Tetapi, mohon dipahami, andaikata saya tidak memasukkan engkau di dalamnya, engkau tak akan mampu bertahan dalam segala tekanan hidup."

"Kekuatanmu pasti tidak akan mampu bertahan lama, sehingga masa hidupmu menjadi sangat terbatas."

"Jadi, ketika engkau berpikir bahwa penderitaanmu sungguh amat berat, saya masih terus memperhatikan engkau. Sejak dahulu saya tahu engkau akan menjadi apa hari ini. Saya sudah membayangkan hasil akhir dari saat saya menyentuh engkau untuk pertama kali!"

Yesaya 64:8
"Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu."

Unduh!

Ketika kamu

0 comments
TwitThis
Dapat sms dari salah satu teman di PO

Ketika kerjamu tidak dihargai,
maka saat itu kau sedang belajar tentang KETULUSAN

Ketika usahamu dinilai tidak penting,
maka saat itu kau sedang belajar KEIKHLASAN

Ketika hatimu terluka sangat dalam,
maka saat itu kau sedang belajar tentang MENGAMPUNI

Ketika kau harus lelah dan kecewa,
maka saat itu kau sedang belajar tentang KESUNGGUHAN

Ketika kau merasa sepi dan sendiri,
maka saat itu kau sedang belajar tentang KETANGGUHAN

Ketika kau harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung,
maka saat itu kau sedang belajar tentang KEMURAHAN


Tetap semangat
Tetap tersenyum
Terus belajar

TUHAN menaruhmu ditempat yang sekarang, bukan karena kebetulan. DIA punya maksud untuk hidupmu. Kau ingin dijadikanNYA sebagai berkat untuk sesamaMU.

GBU d(^_^)b

Indonesia Tanah Air Beta

0 comments
TwitThis
65 tahun Indonesia merdeka
65 tahun kami t'lah bebas dari penjajahan mereka

teringat sejarah pahitnya bangsa indonesia
3,5 abad di jajah bangsa belanda
3,5 tahun di tindas jepang

skarang bangsaku sudah berumur enam puluh lima
membangun bangsa ini bersama-sama

masih perlukah diperdebatkan tentang agama?
tentang ras, suku dan budaya?
tentang kesenjangan sosial yang jelas ternganga?

apa rasa nasionalisme itu sudah mulai padam
rasa kebersamaan, memiliki itu sudah mulai tiada
apa sekarang lebih menonjolkan sikap individualisme semata
gak peduli dengan sesama

gak perlu berkobar-kobar di depan
cukuplah di hati Anda sekalian
pegang teguh rasa cinta tanah air ini
dengan perbuatan yang terpuji

tidak hanya petinggi yang bekerja
tapi kita semua harus bertanggung jawab

apa arti kata merdeka
jika tidak di aplikasikan dalam kehidupan

beri yang terbaik untuk bangsa ini
seperti kita melakukannya untuk TUHAN

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA





Indonesia Pusaka (klik disini)

Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja-puja bangsa

Reff :
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata



catatan kaki :
huehehehe....hanya sebuah "handmade" untuk bangsa ini,
sebuah bangsa yang terdiri dari berbagai budaya
yang sudah berumur 65 tahun sejak diproklamasikannya kemerdekaan

semoga kita semua gak lupa akan sejarah bangsa ini
sebuah kata bijak mengatakan :
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya"

sekarang, bangsa ini sedang mengalami berbagai persoalan
yuukk kita sama-sama mendoakan bangsa Indonesia ini
semoga kedepannya, bangsa ini menjadi lebih baik lagi
d(^_^)b

ASAP

1 comments
TwitThis
There's work to do, deadlines to meet.
You've got no time to spare.
But as you hurry and scurry...
(Always Say A Prayer)
ASAP

In the midst of family chaos,
"quality time" is rare.
Do your best; let GOD do the rest...
(Always Say A Prayer)
ASAP

It may seem like your worries
are more than you can bear.
Slow down and take a breather...
(Always Say A Prayer)
ASAP

GOD knows how stressful life can be
and wants to ease our cares.
HE'll respond to all your needs...
(Always Say A Prayer)
ASAP

Today I'm saying a little prayer
that GOD will send a smile to you
and send you special blessings
through everything you have to do.
 

Follow My Journey

free counters

Tempat Ngoprek

Gw juga punya blog yang isinya tentang dunia TI dan sekitarnya...Pada berkunjungnya di Tempat Ngoprek

Hasil Ngoprek

Twitter Blog Templates © Copyright 2011 by My Journey | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks